Loading...
SMP KATOLIK SANTA MARIA 1 MALANG
Jl. Puteran No.1A Kasin, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117

Share WA
Kristus Bangkit: Dia Telah Mengalahkan Maut
Editor: Vincentia Dewi      Minggu, 20 April 2025
Image

Dalam tradisi gereja Katolik, perayaan kebangkitan Tuhan ditandai dengan pelaksanaan Misa Vigili Paskah dan Misa Paskah. Misa Vigili Paskah dirayakan pada malam sebelum Minggu Paskah, yang merupakan puncak perayaan kebangkitan Yesus. Vigili Paskah meliputi beberapa elemen, seperti pemberkatan api, menyalakan lilin Paskah (yang melambangkan terang Kristus), pembaharu janji baptis, dan penerimaan orang-orang baru yang dibaptis menjadi anggota gereja. Selain itu, Vigili Paskah dianggap sebagai salah satu perayaan liturgi paling penting dalam kalender Gereja Katolik, karena menjadi titik fokus perayaan Paskah. Tidak kalah penting dari Misa Vigili Paskah, Misa Hari Paskah dirayakan pada hari Minggu, sebagai puncak perayaan Paskah dan sarana untuk melihat kuasa kebangkitan Yesus. 

Tuhan Yesus telah berkorban untuk menanggung dosa – dosa umat manusia dan murka Allah, dengan sengsara dan mati di kayu salib. Akan tetapi, Dia tidak mati secara sia – sia. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia telah mengatasi kuasa kegelapan dan menyediakan jalan bagi keselamatan manusia. Serta memperlihatkan bahwa Yesus adalah Allah yang hidup dan berkuasa, bukan hanya manusia biasa. Dia memberikan jaminan bagi semua orang yang percaya bahwa mereka akan menerima hidup kekal dan tidak akan mengalami kematian yang kekal. Penulis mengutip beberapa ayat dalam Injil yang mewartakan kabar gembira tentang kebangkitan Tuhan.

Matius 27: 53-54 - 28: 1-10, Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Dalam penggalan ayat – ayat ini, dijelaskan bahwa setelah kebangkitan Yesus, banyak orang kudus yang telah mati bangkit dan menampakkan diri di Yerusalem. Hal ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan hanya tentang Dia sendiri, tetapi juga tentang dampak rohani yang lebih luas terhadap seluruh dunia. Kebangkitan orang-orang kudus ini menjadi tanda bahwa zaman Mesias telah tiba. Selain itu, pengakuan iman dari kepala pasukan dan para prajurit yang menjaga Yesus, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah!", menunjukkan bahwa mereka tidak hanya terkejut, tetapi juga percaya pada identitas Yesus sebagai Anak Allah. Pernyataan ini bukanlah respons logis terhadap hal yang terjadi pada alam, melainkan pernyataan iman yang mendalam. Kebangkitan Yesus menjadi dasar bagi misi Injil dan pemberitaan kabar baik kepada semua bangsa. Ayat – ayat ini juga menunjukkan hubungan kasih dan penerimaan yang luar biasa dari Yesus kepada murid-murid-Nya, meskipun mereka pernah meninggalkan-Nya. 

Yohanes 20: 1-18, Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan. "Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan. "Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid:"Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. Ayat – ayat ini menunjukkan bukti yang kuat tentang kebangkitan Yesus dan pentingnya untuk percaya pada kebangkitan-Nya. Kebangkitan Yesus adalah dasar dari iman Kristen dan menjanjikan keselamatan dan hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena untuk memberitahu murid - murid-Nya tentang kebangkitan-Nya, yang menunjukkan betapa penting kebangkitan-Nya bagi keselamatan umat manusia. Yesus tahu kesetiaan dan iman Maria Magdalena, menemaniNya sampai Dia wafat, maka Maria adalah orang pertama yang diberi kabar gembira akan kebangkitanNya.

Setelah kabar kebangkitanNya yang menggemparkan itu, Yesus menampakkan diri pada murid – muridNya, seperti tercatat dalam Yohanes 20: 19-23, Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai Sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. "Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” Dalam ayat – ayat ini digambarkan ketakutan dan keraguan para murid setelah kematian Yesus. Mereka merasa tidak aman dan khawatir akan konsekuensi dari kepercayaan mereka. Ketakutan dan keraguan yang dialami para murid merupakan bagian dari proses mereka dalam menerima kebangkitan Yesus. Selain itu, ayat ini juga menyoroti tentang kebangkitan Yesus dan peran para murid dalam meneruskan karya-Nya. Yesus memberikan damai sejahtera, misi, dan Roh Kudus kepada mereka, sehingga mereka dapat mengampuni dosa dan memberitakan kabar baik kepada dunia. 

Kabar gembira mengenai kebangkitan Sang Kristus ini rupanya tidak serta merta membuat semua murid-Nya percaya, salah satunya Tomas yang sempat ragu, dicatat dalam Yohanes 20:24-29, Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya. "Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai Sejahtera bagi kamu!  "Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. "Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku! "Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.  Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Pergulatan yang dialami oleh Tomas ini, menunjukkan tentang pentingnya iman, bagaimana iman dapat dibangun di atas kebenaran yang telah dijelaskan dalam Firman Tuhan, dan bagaimana Tuhan memberikan bukti yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Ayat-ayat ini juga menunjukkan bahwa percaya pada Kristus tidak hanya tentang melihat bukti fisik, tetapi juga tentang menerima kebenaran yang telah dinyatakan dalam Firman Tuhan. 

Lalu, klimaks dari kisah kebangkitan Tuhan Yesus ini adalah pesan mendalam yang dicatat dalam Yohanes 20: 30-31, Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. Nah, disini Rasul Yohanes menekankan poin penting untuk para pembaca Injil Yohanes supaya percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan melalui iman kepada-Nya, mereka akan memperoleh hidup kekal. Hal ini meyakinkan kita bahwa meski secara fisik kita tidak dapat melihat Tuhan, namun iman yang percaya pada Dia dan kebenaran tentang ajaran-Nya menghantarkan kita untuk hidup di dalam Dia serta Dia di dalam kita. Itu adalah konsekuensi iman kita pada-Nya.

Perjalanan setelah peristiwa kebangkitan Tuhan terus berlanjut, para murid menyebar ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil Tuhan. Bahkan sampai hari ini pun, Injil dan kebenaran ajaran Yesus Kristus masih terus diwartakan. Kita sedang hidup di masa sekarang, masa sesudah kebangkitan Tuhan kita, Yesus Kristus. Maka bersukacitalah dan rayakanlah Dia di sepanjang kehidupan ini. Meskipun kita tidak layak dan berdosa, namun kita sudah diselamatkan oleh karena kasih dan pengorbanan-Nya. Wartakanlah Firman-Nya, karena Firman-Nya akan terus hidup untuk selama - lamanya.

Copyright (C) 2026 SMP KATOLIK SANTA MARIA 1 MALANG


Login Siswa
Login Alumni